Feeds:
Posts
Comments

Image

1,5 Jam perjalanan dengan menggunakan sepeda motor untuk sampai di sebuah perkampungan nelayan yang bernama Nagari Sungai Pinang. Entah apa yang ada di fikiran saya, sekitar 3 minggu yang lalu niat banget nyari pantai yang terdapat disisi barat provinsi Sumatera Barat ini.

Hebatnya, saya sebagai orang asli sumatera barat, baru tau tempat ini dari mana coba? karena emang doyan banget liat google earth, browsing-browsing, eh tanpa sengaja liat ada sebuah perkampungan kecil di pinggir pantai yang pasirnya putih banget dari google earth. Bingung dan bertanya-tanya, ini dimana ya? namanya apa ya?

Langsung deh, nanya sama mbah google. oh, bernama lah dia ternyata Nagari Sungai Pinang masuk kedalam kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat. Penasaran, sekitar 3 minggu yang lalu saya memberanikan diri membuktikan sendiri keindahan pantai disana. Saking malesnya ntar nanya-nanya sama orang di jalan, saya ngapalin jalur disana via google earth doank hehehe. Hebatnya, jalan menuju kesana ampun. parah parah parah buanget nget nget ngeet.. menanjak, menikung, menuruni lereng bukit dengan jalan tak ber aspal dan hanya berupa batu-batu cadas dan bertanah.

Ngoss,, 1 jam perjalanan saya nyampe di sebuah kampung bernama Sungai Pisang, disini pantainya tidak begitu bagus, cuman bisa melihat langsung pulau Sikuai yang tersohor itu dari sini. Nah, cuman istirahat Sholat disana Sebentar, saya lanjut lagi perjalanan yang duarrr.. masih paraah abeez. Sekitar 30 Menit saya nyampe. Dan ternyata, saya pun terperangah.. WHAT??? Padang Punya Pantai Se indah ini??? ga percaya disana airnya jerniih banget. pasirnya putih.. waw, dan gilanya, disana rame bule – bule dari perancis cuy. Saya aja yang orang asli Sumbar, baru pertama kali kesini, eh disana bule-bule rame. Gimana sih, tu bule tau tempat yang terpelosok gitu, dan aksesibilitas yang juga sangat susah. Usut punya usut, ternyata disana juga terdapat sebuah penginapan yang di sewa sekitar 200rb/malam, include makan pagi – makan malam. well,, nikmatin udara sejuk pantai Sungai Pinang sambil siul- siul di terpa angin sepoi – sepoi pantai. Maknyuss..🙂

Sisi Kanan Pantai Sungai Pinang

Image

Penginapan di Sungai PinangImage

Masih membekas di benak ini, betapa hancur hati ini, ketika surat izin studi ku ditolak mentah-mentah oleh bagian kepegawaian. Yah,, niat hati ingin melanjutkan studi s2, mumpung ada semacam beasiswa kedinasan dari instansi tempatku bekerja. Awalnya sungguh terasa manis dan mulus. Izin dari atasan langsung, sudah diraih, dengan tekat bulat melangkahkan kaki untuk mengurus langkah terakhir yang bernama “Surat Rekomendasi”, dan dengan terpaksa langkah ku terhenti dengan kabar yang sungguh membuat badan ini lemas, lunglai dan tidak berdaya..

“Ya!!! Izin belajar anda ditangguhkan sampai pegawai lain pulang dari masa sekolahnya.”

Terpana.. diam seribu bahasa, nafaspun terhenti sekian detik dan apalah daya, balik kanan, pulang !!!

Dan hari ini, setelah beberapa minggu dari kejadian itu, aku dapat semacam kesempatan kedua, hehe. Tiada angin, tiada hujan ataupun badai, Seorang pimpinanku menawarkan kesempatan untuk ikut lagi sebuah beasiswa kedinasan ke ….. ( nanti deh di kasi tau) hehe.

Yah,, bagaikan bunga layu, disiram air segar di pagi hari. semangatku bangkit lagi. :) 

dan yang paling penting sekarang, aku tidak memikirkan hasil. bodo amat nanti hasilnya bagaimana, yang penting bisa ikutan seleksi dulu ya Alhamdulillah. hitung-hitung nambah pengalaman. ya gak sih? hehehe. 

Ku kirim CV ku dengan Bismillah.😉

ini benar2 blog yang sangat-sangat berdebu dan kusam.. seakan semangatku untuk menulis sirna.. Satu tahun penuh hidupku hanya ku persembahkan untuk merawat nenekku tercinta. akhirnya sekarang engkau sudah pergi meninggalkan kami.

selamat jalan mami tercinta.. semua nasehat mu akan selalu mengiringi langkah hidupku.. ( 7 September 2012)

Malas, itulah sebuah kata yang sudah tidak asing bagi setiap telinga yang mendengarnya. Namanya juga manusia, pasti tidak terlepas dari sifat seperti itu. Seperti yang saya alami hari ini. Hah, begitu lelah, capek, bosan, dan lain-lain yang hampir bermakna sama dengan kata-kata itu.

Ketika si malas ini datang, membuat semuanya serba salah. Rasanya seperti masuk ke kumpulan orang-orang yang tidak dikenal yang kontra action sama diri sendiri dan eneg melihat orang-orang tersebut. Apapun yang diperbuat orang-orang itu selalu kelihatan salah dan sangat mengganggu.

Hari ini begitu tak semangat rasanya untuk bekerja. Rasanya mau lempar aja semua kerjaan sama orang yang minta bikin ini, itu, dan lain sebagainya. Semua terasa sangat mengganggu, membunuh, menusuk, bercampur menjadi satu.

Yah, mau gimana lagi. Perahu tetap harus terus berlayar. Kekesalan tak mungkin dihempaskan pada orang-orang yang tidak bersalah. Dan masih untung masih memiliki rasa, meskipun itu rasa malas, daripada menjadi orang yang mati rasa.

Salam Sore.

Diantara dua pilihan

Sekarang saya benar-benar bingung kawan. Saya dihadapkan kpd dua pilihan yang cukup membingungkan buat saya. Jadi gini, Instansi di tempat saya bekerja mengadakan program untuk beasiswa s2 di salah satu universitas negri terbaik di Negara ini. Sepertinya kemungkinan untuk diterimanya lumayan besar. Disamping itu, sebagai anak pertama dan memiliki adik yang masih kecil membuat saya berfikir dua kali untuk ikut tawaran beasiswa ini. Saya bingung, rasanya seperti tidak sanggup meninggalkan adik yang masih kecil, yang masih membutuhkan bimbingan dari saya, dan juga nenek pun kondisinya juga kurang sehat. Dan pendaftarannya Cuma tinggal 2 hari mulai dari sekarang. Saya makin bingung.

Saya harus bagaimana ya? Konon katanya kesempatan itu datangnya tidak dua kali ya? Atau mungkin Allah telah mempersiapkan jalan yang lebih baik buat saya?

Mohon bantuan masukan nya kawan.. Makasi ya sebelumnya..

Seni KEHIDUPAN

Pagi ini, saya dibangunan oleh sebuah BBM dari seorang teman, yang isinya sangat menyentuh, saya tuliskan disini untuk berbagi kepada kawan semua.

“Sebuah KAPAL DIBUAT UNTUK BERADA DITENGAH LAUTAN dan bukan hanya DIAM DI DERMAGA. Demikian juga MANUSIA DILAHIRKAN UNTUK MENGARUNGI KEHIDUPAN dan BUKAN BERDIAM DAN MENUNGGU KEHIDUPAN INI BERAKHIR. Didalam mengarungi kehidupan akan BANYAK OMBAK dan mungkin BADAI YANG AKAN DIHADAPI, tapi itulah seni dari kehidupan. Teruslah KEMBANGKAN LAYAR dan NIKMATI PERJALANAN kita hingga sampai ke DERMAGA TUJUAN.

Di dalam kehidupan JANGAN TAKUT JATUH DAN SALAH, setiap kesalahan yang pernah kita lakukan adalah BAGIAN DARI PROSES PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN. Jangan selalu MENYESALI SEMUA KESALAHAN. TAPI JANGAN ULANGI KESALAHAN. SESALILAH JIKA SEMUA ITU TIDAK BERDAMPAK ADANYA PERUBAHAN.

MENDUNG yang ada BUKAN UNTUK MEMBUAT LANGIT GELAP, tapi ia hadir untuk memberi KABAR GEMBIRA akan sejuknya AIR HUJAN YANG AKAN TURUN.

LUKA bukan hanya semata untuk membuat kita TERSIKSA, tapi ia terjadi, agar kita tersadar bahwa kita hanyalah “MANUSIA BIASA”. Indahnya kehidupan, bukan terletak dari banyaknya HARTA KESENANGAN, tapi terletak pada bagaimana menyikapi KEHIDUPAN ini sehingga engkau selalu bersyukur untuk segalanya. Hidup adalah PERUBAHAN, pola berfikir positif-lah yang akan membawa kita ke KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK.”

== selamat pagi ==

Halo sobat…

 Ini adalah tulisan pertama saya di blog ini. Setelah beberapa hari selesai mendisain blog ini dengan tampilan yang apa adanya, baru  hari ini saya memiliki sedikit waktu untuk  mencurahkan kata demi kata untuk mengisi halaman yang sudah mulai berdebu ini. Hehe

Pekerjaan di dunia nyata sangat menguras waktu dan tenaga. Hampir setiap hari waktu ini di habiskan untuk bekerja dan pulang selalu larut malam. Yah, namanya juga abdi negara.

Saya merasa sangat senang sekali, ada juga tamu yang mau mampir ke blog yang baru lahir ini. Padahal belum ada postingannya.  Makasi ya sobat. Saya juga butuh bantuan dari sahabat semua untuk memberikan kritikan dan saran, karena pada dasarnya saya juga belum mengerti bagaimana cara menulis yang baik dan benar, dan enak dibaca oleh para pembaca.

Sebelumnya, mungkin ada yang bertanya, kenapa sih blognya dinamai “layar kertas’’ maksudnya apa? Hmm.. saya sebenarnya juga dengan tidak sengaja menamai blog ini dengan nama “layar kertas’. Waktu itu, iseng-iseng saya lagi pusing, mau bikin blog tapi gak tau nama blognya apa. Akhirnya saya mulai searching, bagaimana cara memberi nama blog, agar mudah diingat dan bisa menarik pengunjung. Setelah saya coba Searching, katanya nama blog itu harus mencerminkan blog itu sendiri. Cukup Satu kata atau dua kata saja agar nama blog itu gampang diingat. Hmm,, saya makin bingung. Saya ingin blog ini berisi tulisan yang bisa memberikan dampak positif bagi pembaca. Bagaimana tentang perjuangan seseorang untuk terus hidup dan berjuang ditengah keterbatasan yang dimilikinya. Semua orang pasti tidak ada yang sempurna. Semua memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kita semua sama-sama berjuang untuk hidup di dunia ini. Berjuang untuk masa depan. Hidup bahagia di dunia dan akhirat. Dan didalam perjuangan itu tentunya kita memiliki keterbatasan. Baik itu keterbatasan fisik, materi, dan lainya. Dan tiba-tiba saja saya berfikir tentang perahu dengan layar kertas. (teringat mainan perahu-perahuan waktu kecil dulu) Dan saya menuliskannya seperti ini :

“Berjuang dan Bertahan ditengah keterbatasan itu seperti perahu dengan “layar kertas” menempuh hujan badai ditengah lautan. Bagaimana perahu itu akan sampai di dermaga tujuan, dan bagaimana perahu itu bisa berjuang dan bertahan ditengah keterbatasan layar kertasnya.”

Ya, sangat menyentuh bagi saya dan memacu semangat saya untuk terus berjuang ditengah keterbatasan saya sebagai manusia biasa ini, untuk terus berkarya dan bisa bermanfaat bagi orang lain. Aamiin..